Bank BJB (IDX: BJBR) (dahulu dikenal dengan Bank Jabar Banten) adalah bank BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten yang berkantor pusat di Bandung. Bank ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1961
dengan bentuk perseroan terbatas (PT), kemudian dalam perkembangannya
berubah status menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Saat ini Bank
BJB memiliki 62 Kantor Cabang, 304 Kantor Cabang Pembantu, 140 Kantor
Kas, 987 ATM BJB, 103 Payment Point, 4 Kantor Wilayah, dan 473 Waroeng
BJB.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk menjadi bank
devisa sejak tanggal 2 Agustus 1990. Dirut Bank BJB saat ini adalah Bien
Subiantoro.
Kampoes Biru IBI Darmajaya
Blog eksklusif bagi mahasiswa dan calon mahasiswa di IBI Darmajaya yang ingin mengenal lebih dalam tentang IBI Darmajaya.
Kopertis IBI Darmajaya
http://www.darmajaya.ac.id/content/view/1074/165/
Selasa, 19 Januari 2016
IBI Darmajaya
Sejarah
Berawal dari niat dan ketulusan hati serta dukungan penuh dari istri
tercinta, seorang putra asal Lampung, Hi. Alfian Husin, S.H ingin
mengabdi di daerah asalnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia khususnya generasi muda agar dapat berkiprah dan berkompetisi
dengan SDM-SDM daerah lain maupun dengan bangsa-bangsa lain dalam rangka
menghadapi era kesejagatan.
Kemudian hal ini diwujudkan dalam pendirian Yayasan Pendidikan Alfian
Husin melalui Notaris Cahaya Hairani Djausal Zubaidi, S.H akta Nomor 4
(empat) tanggal 5 Januari 1995 berkedudukan di Kotamadya Bandarlampung
jalan Teuku Umar No. 93 kelurahan Gedong Meneng kecamatan Kedaton dengan
Badan Pendiri Hi. Alfian Husin, S.H, dr. Hj. Yoenidar Karim Alfian,
Andi Desfiandi, S.E, MA dan Meizary Alfian, S.E, MBA. Sedangkan badan
pengurus adalah Meizary Alfian, S.E. MBA (ketua),firmansyah Yunialfi
Alfian (wakil ketua), dr. Lyza Marfianita Rozalinda (Sekretaris I), Dian
Septarina, BA(Sekretaris II) dan dr. Hj. Yoenidar Karim Alfian
(Bendahara) dan Badang Pengawas terdiri dari Hi. Alfian Husin, SH dan
Andi Desfiandi, S.E, MA.
Seiring dengan visi dan misi Yayasan dan kondisi tantangan kedepan
maka berdasarkan hasil rapat yayasan diambil keputusan untuk mengubah
susunan badan pengurus dan badan pengawas yang dikuatkan oleh Notaris
Cahaya Hairani Djausal, SH akta No. 2 tanggal 23 Januari 1995 dengan
susunan Badan Pengurus Hi. Alfian Husin, S.H (Ketua), Meizary Alfian,
SE, MBA (wakil ketua), dr. Lyza Marfianita Rozalinda (sekretaris I),
Dian Septarina, BA (sekretaris II), dr. Hj. Yoenidar Karim Alfian
(bendahara).Sedangkan Badan Pengawas adalah Andi Desfiandi, SE, MBA dan
Ir. Firmansyah Yunialfi Alfian. Melalui yayasan ini maka untuk pertama
kalinya didirikan Lembaga Pendidikan Tanjung Karang (LPTK) dengan
mendapat izin prinsip dan operasional dari DepartemenPendidikan dan
Kebudayaan Propinsi Lampung untuk menyelenggarakan kursus komputer dan
program pendidikan satu tahun.
Dengan perkembangan lembaga ini (LPTK) serta pesatnya tuntutan
masyarakat lampung, maka pada tanggal 5 Juni 1997 didirikanlah Sekolah
Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer DARMAJAYA yang lebih dikenal
dengan STMIK DARMAJAYA yang dikukuhkan Koordinator Perguruan Tinggi
Swasta (Kopertis) wilayah II berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan No. 29/D/O/1997 dengan menetapkan sebagai
status terdaftar untuk program studi : Teknik Informatika (S1), Teknik
Komputer (D3) dan Manajemen Informatika (D3), kemudian sesuai dengan
perkembangan lampung dan tuntutan masyarakat, STMIK Darmajaya membuka
kembali dua program studi yaitu : Sistem Informasi (S1) dan Sistem
Komputer (S1).
Bersamaan dengan usia yang ketiga tahunnya dan terus menerusnya
pengembangan bangunan gedung perkuliahan dan pengembangan sarana
pendukung lainnya, maka pada tanggal 6 Juli 2000 berdiri lagi Sekolah
Tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Darmajaya (STIE Darmajaya)
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 101/D/0/2000
dengan menetapkan status terdaftar untuk program studi :Manajemen (S1),
Akuntansi (S1) dan Akuntansi (D3).
Darmajaya terus berbenah untuk menjadi lebih baik dalam memposisikan
diri sebagai perguruan tinggi yang konsen dengan perkembangan
Informatika dan Bisnis. melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nomor
167/D/0/2008 tanggal 20 Bulan Agustus Tahun 2008, status STMIK-STIE
Darmajaya berubah menjadi Informatics and Business Institute (IBI)
Darmajaya. Perubahan status ini membuktikan bahwa IBI Darmajaya diakui
mempunyai keunggulan dibidang Informatika & bisnis dan merupakan
wujud kepercayaan pemerintah pusat pada IBI Darmajaya.
Fakultas dan Program Pascasarjana
IBI Darmajaya mengelola 2 fakultas dan 1 program pasca sarjana dengan 5 program studi Strata 1 (S1) atau Sarjana dan 3 program studi Diploma 3.
Fakultas Ekonomi dan Binis (FEB)
- Program Studi Ekonomi Manajemen Strata 1 (Terakreditasi B) [1]
- Program Studi Ekonomi Akuntansi Strata 1 (Terakreditasi B)[2]
- Program Studi Ekonomi Akuntansi Diploma 3 (Terakreditasi B)[3]
Fakultas Ilmu Komputer (FIK)
- Program Studi Teknik Informatika Strata 1 (Terakreditasi B)[4]
- Program Studi Sistem Informasi Strata 1 (Terakreditasi B)[5]
- Program Studi Manajemen Informatika Diploma 3 (Terakreditasi C)[6]
- Program Studi Sistem Komputer Strata 1 (Terakreditasi C)[7]
- Program Studi Teknik Komputer Diploma 3 (Terakreditasi B)[8]
Program Pascasarjana
- Pogram Studi Magister Manajemen (Terakreditasi B)
- Pogram Studi Magister Teknik Informatika (Terakreditasi C)
Bank BRI
Sejarah BRI
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.
Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).
Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
Langganan:
Komentar (Atom)